Arsip Kategori: Tentang-Pendidikan Financial

Tentang Pendidikan Financila

Kenapa sistem pendidikan sekarang (seperti) membuat kita jadi pegawai?

Kenapa sistem pendidikan sekarang (seperti) membuat kita jadi pegawai?.

jawabnya

Karena sistem pendidikan kita masih menggunakan sistem pendidikan berupa menyiapkan murid sebagai pegawai. Sebenarnya sistem pendidikan kita ini cocok untuk era industri saat itu, tapi tidak cocok untuk digunakan pada sistem pendidikan sekarang, karena era kita sudah berubah yaitu era informasi.

Coba kita pikir berapa dari kita yang merasa, kenapa saya harus belajar, aljabar, kalkulus, fisika, bahasa jawa dsb padahal kadang pelajaran itu idakkita sukai atau bahkan berat sekali, bukannya itu buruk kalau anda sanggup mempelajari itu semua, tapi kalau dipikir logis, kenapa guru semasa SMP atau SMA hanya mengajar 1 mata pelajaran, tapi muridnya dipaksa untuk mempelajari semua mata pelajaran, bukankan itu tidak adil. Saya lebih memilih bermain dulu ,karena memang harus dipaksa untuk bisa disemua mata pelajaran membuat saya cukup gila dengan segala tuntutan. Kalau dipikir kembali buat apa saya belajar jika apa yang saya pelajari setelah lulus sekolah, yaitu bekerja katakanlah beberapa mata pelajaran yang dulu saya pelajari tidak berfungsi atau tidak digunakan di dunia nyata. Itulah mengapa bagi saya pelajarn dasar yang berupa baca tulis berhitung mungkin sudah cukup. Tapi berbeda jika anda bercita-cita ingin menjadi seorang guru atau dosen, maka kalian memang harus memiliki penguasaan terhadap pelajaran tersebut, karena tujuan kalian adalah menjadi pendidik atau guru atau dosen.

Lalu kenapa sistem pendidikan kita tidak berubah?.

saya tidak tahu, tanya pemerintah atau menteri pendidikan.hehe

Tapi menurut saya seperti pernah diungkapkan Robert bahwa ” Pendidikan berasal dari kata Educare yang berarti mengeluarkan, bukan menjejalkan atau dipaksa hafal “. Jika saya angkap ungkapan tersebut maka, seorang guru atau dosen atau pendidik, seharusnya bertugas untuk mengeluarkan potensi setiap individu murid didiknya, contoh jika muridnya suka dengan olahraga, maka berikan pendidikan yang lebih terfokus kesana, beri bantuan, support, dorongan agar sang murid merasa nyaman dan inilah potensi dia, jika sang anak suka dengan musik begitupun pendidik harus memfasilitasi, membantu mendorong,bukannya menjatuhkan dan dibilang bodoh dsb. Kadang dulu saya pernah ingat bahwa murid yang tidak bisa pelajaran bhs inggris atau mendapat nilai yang buruk di pelajaran itu maka akan dicap bodoh oleh guru pun teman-temannya. Kupikir itulah kesalahannya, murid yang bodoh dalam bhs inggris belum tentu dia akan bodoh di pelajaran lain semisal pelajaran olahraga mungkin atau, ketrampilan, musik atau melukis, coba pikirkan lagi potensi seorang anak tidak bisa dihentikan dan dianggap bodoh hanya karena tidak bisa bhs inggris.

Jadi tolong untuk para guru ataupun orang tua dan teman-teman,jangan menganggap anak anda bodoh seandainya dia gagal atau mendapat nilai buruk dalam pelajaran apapun, berikan dorongan, berikan semangat, berikan fasilitas bahwa gagal bisa diperbaiki dan kata BODOH itu sebenarnya anti atau tidak boleh diucapkan dan digunakan di dalam sekolah, karena sekolah sebenarnya adalah tempat untuk belajar, melatih murid untukmembaca, menulis, berhitung sampai mereka menemukan passion mereka sendiri sukanya di pelajaran apa.

terimakasih semoga artikel ini bermanfaat