Arsip Tag: investor

Cara Menggunakan Indikator Moving Average 20 (MA20) Dalam Menentukan kapan Saatnya Untuk Membeli Saham

Oke kembali lagi bersama saya di tahun 2019 ini. Untuk malam hari ini saya ingin membahas tentang cara menggunakan indicator moving average .

Apa itu indicator moving average. silahkan lihat link dari wikipedia.hehe…https://en.wikipedia.org/wiki/Moving_average

Oke secara gampangnya dalam bahasa Indonesia moving=bergerak, average=merata-rata, jadi intinya indikator ini merata-rata pergerakan harga suatu saham

Ada beberapa jenis moving average, ada simple moving average, ada exponential moving average dan sebagainya,  seperti tulisan di wikipedia di atas

untuk lebih jelasnya

Silahkan lihat gambar di bawah…

Sumber Gambar : Aplikasi IPOT INdopremier Sekuritas

Gambar di atas adalah pergerakan harga saham WIKA dari sekitar bulan september 2018 sampai januari 2019. Saya menggunakan timeframe harian yang artinya satu candlestick mencerminkan satu hari dalam bursa saham Indonesia atau IHSG.

Lalu yang mana moving average?.

Coba lihat garis biru di atas. Garis biru tersebut adalah Moving Average 20 yang artinya saya memasang indicator moving average untuk merata-rata candlestick atau harga saham selama 20 hari karena saya menggunakan time frame harian. Jadi jika time frame anda rubah menjadi weekly atau monthly, tentu garis moving average 20 yang berwarna biru tersebut juga akan berubah. Itulah pentingnya sebuah time frame bagi seorang trader maupun investor.

Lalu bagaimana kita mengetahui kapan saatnya membeli atau masuk ke saham WIKA di atas?.

Jika anda lihat saya sudah memberikan teks atau simbol BUY di atas. Artinya saat chart candlestick saham WIKA diatas memotong garis MA 20 dan menuju ke atas, maka saat itulah kita boleh untuk mencicil dalam rangka untuk membeli saham WIKA tersebut.

Saat perpotongan tersebut itulah maka kita bisa mulai mencicil beli dan ada kalanya saat terjadi perpotongan tersebut candlestick akan tetap berada di atas garis biru MA 20 seperti gambar di atas. Saya suka menyebutnya dengan tren menengah karena saya seorang swing trader yang melihat secara harian.

Walapun kelihatanya sepele dan simple tetapi satu indicator yang anda gunakan ini lebih baik daripada seseorang yang dalam bertrading tanpa menggunakan analisis teknikal alias asal beli karena mungkin ikut-ikutan teman, saudara atau mantan.hehe…

Ingat kita boleh menerima sebuah saran dari para pakar yang biasanya para pakar tersebut dari sekuritas tempat anda mendaftar, tetapi ibarat ujian nasional atau ujian sekolah, apakah anda akan terus-terusan seperti itu, menerima contekan yang belum tentu itu benar karena dalam ujian nasional ada pilihan jawaban A, B, C, D, E apalagi kalau soalnya uraian seperti ujian sekolah, tentu jawaban akan berbeda-beda tiap orang. Begitupun dalam bursa saham, ada yang suka ikut-ikutan, ada yang focus belajar sendiri dari menganalisis dan berbagai macam cara yang dilakukan orang agar berhasil profit dalam saham.

Tetapi pada akhirnya saya selalu menyarankan agar mulailah untuk sedikit-sedikit belajar menggunakan analisis seperti analisis teknikal atau jika kesulitan bisa mulai belajar analisis fundamental, walau bagi saya analisis teknikal lebih simple dan rumayan mudah.hehe…

Kembali ke indicator moving average 20  atau MA 20 diatas.

Lalu kapan saatnya anda menjual saham WIKA yang sudah anda beli saat perpotongan garis itu?.

Saya jawab, ya saat kebalikannya, yaitu saat chart candlestick saham WIKA benar-benar memotong MA 20 dan turun kebawah. Yang artinya tren akan mulai turun dan candlestick chart WIKA akan berada di bawah garis biru MA 20. Jadi kebalikannya ya. Itulah saatnya untuk menjual, jangan nanti malah sudah benar-benar memotong dan tern mulai berubah menjadi tern turun anda masih pegang. Kecuali anda seorang investor jangka panjang yang rela pegang saham WIKA sampai bertahun-tahun bahkan puluhan tahun,  itu beda lagi analisisnya.hehe….

Oke sepertinya itu saja. Mari kita dikusikan di grup WA Komunitas Saham Kudus 081381998173