Arsip Kategori: CoPlace

Partner Kerjasama untuk Content Placement

Sudah Tahu Cara Membuat SOP Logistik Penanganan Produk Retur?

Dalam perusahaan yang memproduksi jasa, pastinya sering mengalami produk retur dari konsumen. Ada banyak alasan yang diberikan oleh pelanggan untuk mengembalikan barang yang sudah mereka beli. Hal tersebut bisa terjadi karena salah ukuran, salah warna ataupun terdapat kondisi barang yang cacat. Untuk itu, anda  perlu standar yang bisa digunakan untuk menangani masalah tersebut. SOP adalah salah satu prosedur yang harus dimiliki perusahaan.

Hal tersebut dikarenakan dalam setiap pengembalian barang atau produk tersebut haruslah memiliki sebuah prosedur agar konsumen juga tidak semena-mena dalam mengembalikan barang yang sudah mereka beli. Hal ini tentunya diperlukan agar perusahaan tidak mengalami rugi yang besar akibat retur tersebut. Untuk itu, kali ini akan diulas bagaimana cara membuat dan apa itu SOP untuk menangani retur produk.

Cara Menyusun SOP Logistik Penanganan Produk Retur

1. Tujuan Dan Pengertian Adanya Penanganan Produk Retur

Untuk menangani produk yang dikembalikan, tujuan dari SOP adalah untuk menjelaskan bagaimana suatu produk atau barang dari perusahaan cabang dan distributor dikembalikan atau di retur. Hal ini tentunya agar terdapat pedoman yang mengatur bagaimana sistem pengembalian dengan benar dan tepat agar tidak menimbulkan kerugian bagi konsumen ataupun perusahaan.

Selain itu, yang dimaksudkan produk retur sendiri adalah produk atau barang yang berasal dari distributor ataupun perusahaan cabang tersebut mengalami kecacatan akan kualitas barang, cacat teknik ataupun produk telah mengalami masa kadaluarsa dan juga salah pengiriman. Hal ini tentunya akan membuat pelanggan akan melakukan retur barang dan menggantinya dengan yang baru.

2. Prosedur untuk Menangani Produk Retur

Hal pertama dalam pembuatan prosedur SOP adalah dengan melakukan penerimaan barang yang kembali atas dasar persetujuan manajer logistik. Kemudian cari tahu alasan dari pelanggan yang melakukan retur produk. Biasanya dengan alasan yakni berupa produk yang rusak berkaitan dengan kualitasnya. Ada juga yang terjadi karena maslaah produksi, adanya perubahan fisik seperti warna dan bentuk yang menjadi lembek.

Kerusakan barang seperti pecah, sobek dan menggelembung hingga penutup yang tidak sempurna dan membuat isi produk keluar, juga menjadi alasan dari beberapa pelanggan mengembalikan barangnya. Selain itu, produk yang sudah kadaluarsa maka pihak perusahaan akan menggantinya dengan 100% produk tersebut sebleum batas kadaluarsa berakhir.

3. Alasan Produk Tidak Dapat Diterima Gudang

Alasan produk retur yang tidak diterima oleh gudang adalah kesalahan dari cara menyimpannya sendiri, seperti dimakan rayap atau kebocoran. Selain itu, komplain karena kerusakan primer dan sekunder yang disampaikan lebih dari seminggu sejak barang diterima pelanggan tidak akan diterima pula. Dan produk yang sampai di luar waktu ketentuan juga tidak akan menerima penggantian.

4. Mengkategorisasi Dan Menganalisis Setiap Produk Kembalian

Maka dalam pembuatan SOP adalah untuk produk kembalian yang rusak, maka produk dikemas dengan cara yang rapi agar tidak mencemari produk yang lain. Selanjutnya simpan produk di ruang yang terpisah dari tempat persediaan barang dan buatlah bukti penerimaan yang bisa berfungsi untuk anda kirim ke bagian logistik. Setelah itu anda dapat mengambalikan produk ke persediaan penjualan.

Pengembalian produk tentunya dalam kemasan yang asli serta tersegel. Hal ini agar diketahui bahwa produk telah melalui proses penyimpanan dan pengelolaan dengan kondisi yang sesuai dan tidak kadaluarsa. Tentunya produk tersebut haruslah telah diperika dan diuji coba oleh petugas yang memiliki kewenangan agar pengembalian produk yang telah di retur tersebut tidak mengalami kondisi kecacatan yang serupa.