Arsip Kategori: Tentang-Investasi

Pelajaran tentang Kuadrant I/ Investasi

5 Kategori Aset Menurut Robert Kiyosaki (part 2)

Ya selamat bertemu kembali bersama saya pada malam minggu  kadang seperti biasanya. Untuk kali ini saya ingin melanjutkan tentang artikel minggu kemarin tentang 5 kategori aset menurut Robert Kiyosaki.

Setelah minggu kemarin saya membahas tentang aset nomor 1 yaitu komoditas, untuk kali ini saya akan membahas aset kedua atau nomor 2 yaitu paper aset atau surat berharga. Apa itu paper asset dan mengapa Robert memasukkannya ke dalam golongan atau kategori aset menurut pendapatnya. Mari kita lihat tulisan dibawah ini.

Pertama saya selalu ingin mengingatkan tentang sifat dasar uang. Uang menurut Robert saat ini bukanlah uang melainkan mata uang, kedua uang itu dicetak dan tentu saja pemerintah yang mencetak uang secara legal. Lalu apa hubungannya dengan paper asset?. Mari kita renungkan sejenak.

Jika anda berfikir bahwa sebenarnya kenapa pemerintah perlu mencetak uang, karena hal itu sudah jelas tuga atau program dari pemerintah. Tetapi kenapa pemerintah tidak mencetak sebanyak-banyaknya uang?. Tentu saja jawabnya adalah karena jika itu terjadi maka akan terjadi hyperinflasi dan itu bisa mengakibatkan ketidakstabilan perekonomian bagi suatu Negara tersebut. Bisa saya ambil Jerman dulu yang jika anda pernah melihat sebuah gambar seorang lelaki yang menyapu lembaran uang legal yang dicetak pemerintah. Itu terjadi karena sebenarnya mencetak lebih banyak uang tidak menjamin suatu Negara itu bisa menjadi maju atau semuanya menjadi kaya. Tetapi perlu adanya keseimbangan. Robert juga pernah bilang bahwa suatu permasalahan tidak akan bisa terselesaikan dengan menggunakan cara yang sama. Dan jika pemerintah tetap mencetak uang sekarang kenapa masih ada kemiskinan yang terjadi?.

Jika anda melihat sebenarnya kenapa harga semangkuk bakso yang dahulu seharga 5000 rupiah, saat ini naik menjadi 8000 rupiah, itu sebenarnya disebabkan karena pemerintah telah mencetak uang lebih setiap periode tertentu, sesuai dengan programnya. Lalu apa hubungannya dengan paper asset dan kisah di atas?. Kembali lagi anda akan saya kebawah.

  1. Paper Asset

Paper asset sebenarnya bisa dicontohkan dengan saham, obligasi. Tetapi saya ingin memfokuskan terlebih dahulu tentang saham, karena Robert memandang saham adalah salah satu peluang untuk atau agar anda menjadi kaya. Jika anda pernah mengenal Warren Buffet seorang investor saham, maka anda pasti akan percaya karena dia menjadi orang terkaya nomor 2 saat ini karena saham. Saham menjadi salah satu titik utama dalam Paper asset ini. Saham sebenarnya adalah sebuah bukti kepemilikan terhadap perusahaan terbuka (Tbk) kepada pemilik modal atau investor. Saham dahulu berwujud lembar-lembar kertas berharga sebagai bukti kepemilikan, namun sekarang saham sudah dijadikan online. Memiliki saham berarti anda juga memiliki hak terhadap kepemilikan perusahaan tersebut entah hanya 100 lembar atau 1000000 lembar anda tetap sah dan memiliki hak untuk datang ke RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) suatu perusahaan yang anda miliki (saham perusahaan yang anda beli).

Kenapa Robert memasukkan Saham sebagai kategori asset menurut dia?. Salah satu contoh anda bisa melihat Warren Buffet, seorang yang memulai investasi sahamnya sejak umur 11 tahun dan kini setelah dia menjadi tua akhirnya dia bisa menjadi salah satu orang terkaya. Kenapa bisa begitu, perlu diingat kembali dalam kisah di atas bahwa pemerintah mencetak uang, lalu pertanyaannya kemana larinya semua uang tersebut?. Yang pasti salah satunya uang tersebut mengalir kedalam pasar modal, kedalam perusahaan-perusahaan besar seperti BUMN dan perusahaan lainnya. Itulah kenapa saya menceritakan kembali, dan kembali bahwa uang itu dicetak, dan itulah kenapa Robert pernah bilang, “ Don’t work for money, work for build asset “, yang berarti jangan bekerja demi uang, bekerjalah membangun asset mu, dan kabar baiknya salah satu asset yang saya ulas disini adalah tentang paper asset yaitu saham.

Untuk anda yang masih pemula di dunia saham atau pasar modal, memang pastinya cukup sulit memahami ini, tetapi percayalah tidak ada yang sulit selama anda pelan-pelan dan konsisten mempelajari tentang saham begitu juga dengan segala pelajaran yang lain. Awalnya saya juga sangat kesulitan mempelajari ini, saya mulai belajar tentang saham sejak akhir 2015 sekitar bulan oktober. Dan kini saya masih belajar tentang saham pun tentu saja saya sudah memiliki beberapa saham perusahaan. Ada akun saya yang untuk bertrading saham (jual-beli online) ada juga akun saya yang khusus untuk investasi jangka panjang.

Mempelajari saham cukup menarik, sama seperti bermain game online, awal bermain game online pastilah anda akan kesusahan dengan item-item tertentu, dengan cara bergeraknya, serangannya, dan quest atau misi yang harus dilakukan. Tetapi setelah bermain game online lama, pasti andaakan terbiasa dengan game tersebut seperti seorang anak yang telah berhasil mengendarai sepeda ontel setelah awalnya jatuh berkali-kali. Begitu juga dengan mempelajari tentang saham. Saya walaupun sekarang masih kadang jatuh dari sepeda (rugi dalam saham) tetapi saya masih berminat dan ingin terus belajar sampai saya benar-benar bisa mengendarai sepeda tersebut dengan nyaman dan tenang. Jadi jangan takut untuk mencoba mempelajari tentang paper asset ini, jika anda berminat pelajarilah, luangkan waktu untuk mempelajarinya. Ada buku-buku gratis diperpustakaan atau anda juga bisa membelinya, jika masih berat, ada google yang siap membantu anda mencari apapun. Jadi jangan pernah menyerah untuk belajar dan tetap semangat…

Terimakasih dan sampai jumpa malam minggu depan…^_^