Arsip Tag: kemiskinan

mental Berhak dan Kemiskinan yang Diturunkan

Mental Berhak dan Kemiskinan yang Diturunkan

Kembali lagi bertemu bersama saya. Kali ini saya ingin membicarakan tentang sebuah problematika atau masalah yang mungkin telah menjadi penyakit dari bangsa ini bahkan  mungkin bangsa lain. Apa itu?. Yaitu mental berhak.

Pada dasarnya masalah ini saya dapatkan dari membaca buku Robert yang berjual “Why A student work for C student”. Mental berhak memiliki artian sebagai pola pikir yang bagi masyarakat mereka berhak mendapatkannya. Sebagai contoh seorang pejabat politik yang duduk di dewan pemerintahan mereka berhak mendapatkan yang mereka inginkan, atau saat orang miskin berhak mendapatkan bantuan karena mereka orang miskin. Memang cukup sulit mencernanya tetapi pada dasarnya hal itu sangat berbahaya terutama jika seorang yang memiliki mental berhak ini terus menerus berada dalam diri anda. Mental berhak ini seperti saya contohkan di atas tidak hanya dimiliki oleh orang miskin bahkan orang yang sudah memiliki banyak uang seperti pejabat pun bisa memiliki penyakit mental berhak ini.

Mental berhak ini seperti sebuah penyakit yang diturunkan dari pola pikir kita. Entah darimana mental berhak ini bermula, mungkin bisa jadi saat berada di sekolah atau yang lain. Tetapi jika banyak masyarakat memiliki mental berhak akan sesuatu hal yang menurut saya hal itu hanya merusak pola pikir karena ini bisa menjadi penyakit kemiskinan turun temurun. Seperti pernah saya ulas apakah benar bahwa kemiskinan itu adalah sebuah penyakit turun temurun begitu juga mental berhak. Kalau saya tangkap dari buku Robert iya benar.

Kenapa hal itu bisa terjadi?.

Kalau saya boleh menyimpulkan menurut pandangan saya memang benar bahwa kemiskinan berasal dari keluarga, semisal jika ayah anda seorang kuli pasar maka anak anda melihat anda hanya sebagai kuli di rumah dan bahan pembicaraan anda dengan anak anda tentu hampir seputar itu. Jika sebenarnya yang ingin saya sampaikan adalah tentang pandangan dan kosa kata pembicaraan yang digunakan oleh orang miskin tentunya sangat berbeda. Semisal jika dari sudut pandang orang yang benar-benar kaya maka yang dilihat oleh anak adalah sosok ayah yang kaya seorang yang memiliki bisnis yang besar dan tentu apa yang dibicarakan sang ayah kaya kepada anaknya saat di rumah adalah tentang bisnis dan sebagainya. Saya menyebutnya orang kaya yang real benar bukan orang kaya yang kaya karena jabatan atau kaya karena menang lotre. Orang yang benar-benar kaya tentu akan mengajari anaknya agar bisa mandiri dan kaya mengikuti jejak ayahnya, sedangkan orang kaya yang kaya karena jabatan tentu yang diajarkan kepada anaknya berbeda bahkan kadang anaknya hanya diberi uang terus menerus tanpa adanya pelajaran dan kasih sayang. Jadi kadang kita harus membedakan orang yang benar-benar kaya dengan orang kaya (numpang sebutan). Orang kaya yang asli atau real beneran tentu memulai bisnis dari 0 hingga akhirnya besar.

Kembali kepada mental berhak bahwa hakikatnya apakah mental berhak itu adalah sebuah penyakit atau sebuah virus yang diturunkan dari suatu pendidikan yang salah ajar atau memang mental berhak adalah sebuah pola pikir yang telah ditanamkan saat disekolah oleh sang pembuat rencana besar atau saya sebut real kapitalis besar di luar yang mungkin sangat ingin melihat sebuah bangsa itu tetap menjadi bangsa yang miskin atau berkembang.

seorang yang super kaya tentu lebih pintar dan lebih cerdas bahkan mungkin bisa memiliki kuasa untuk mengendalikan suatu negara. Walaupun orang super kaya itu tidak berada di dalam pemerintahan. Orang super kaya tentu tidak hanya satu orang bahkan beberapa orang. Pertanyaannya apakah orang super kaya itu mau mengajari orang miskin atau hanya tetap berada di singgasananya memandangi oarng miskin dengan kehidupan yang seadanya. Saya tidak tahu, itulah kenapa ada golongan orang miskin, orang menengah, orang kaya dan orang super kaya.

Lalu apa perbedaan dari orang miskin dan orang super kaya?

Orang miskin tidak pernah diajari pendidikan finansial sedangkan orang super kaya belajar menguasai pendidikan finansial.